Jumat, 01 Maret 2013

MANFAAT TAAT KEPADA ALLAH S.W.T

KETAATAN SEORANG HAMBA KEPADA ALLAH S.W.T AKAN MENJADIKAN DIRINYA , SELALU DITEMANI OLEH PARA MALAIKAT DAN SETAN AKAN MENJAUH DARINYA.
PARA MALAIKAT TIDAK AKAN BERSAMA ORANG2 YANG BERBUAT MAKSIAT KECUALI TERHADAP ORANG2 YG SELALU BERTAQWA, MENYERU AMAL MAKRUF NAHI MUNGKAR, DAN SEORANG YANG SELALU MENJAGA KESUCIAN JIWA DAN KEBERSIHAN HATI. ADA SEBUAH UNGKAPAN:
"KEBAIKAN AKAN MENUNAI KEBAIKAN, SELAMA KEBAIKAN ITU IA LAKUKAN AKAN SELAMANYA KEBAIKAN ITU MENEMANINYA."
JIKA ENGKAU MELIHAT SESEORANG MELAKUKAN KEBAIKAN MAKA KEBAIKAN YANG IA LAKUKAN AKAN BERDAMPAK BAGI DIRINYA DAN ORANG LAIN . KHALID AL-ASHRY MENGATAKAN ,"BERUPAYALAH UNTUK SELALU BERADA DEKAT DENGAN PARA MALAIKAT DAN JAHUILAH ANGAN-ANGAN SETAN KARENA DENGAN KETAATAN KEPADA ALLAH S.W.T PARA MALAIKAT AKAN MENJADI SAKSI SEMUA AMAL BAIKMU DI HADAPAN ALLAH S.W.T KETIKA ENGKAU DALAM PENGHISABAN DI AKHIRAT NANTI.

Senin, 21 Januari 2013

SAKIT

di kala waktu terus berlalu,,
Jantung nyaris Tak berdetak
Hati remuk di Hantam gelombang Cinta,,
Raga lunglai tak berdaya,,
Hujan air mata membanjiri kegundahan Hati,,
Mulut terkunci diam seribu bahasa,,
Sakit Hati ini meluas Semakin menusuk Sukma,,
Hati Luka Tergores Cinta,,
Hati perih disiram badai air mata,,
Dada Semakin Sesak dipenuhi brjuta tanda tanya,,
Sakit ini b’rtambah dikala mengingat dirinya,,
Sakit ini Sungguh menggerogot didalam dada,,
Kebahagiaan yang di damba berbalik menjadi derita,,
Harapan terasa Sirna ditelan air mata,,
Semua menghilang dari Harapan,,
Cinta,,,,
Cinta itu tinggal Cerita dikala Malam,,
Cinta itu Hilang Tertutup kabut Hitam,,
Baunya yang dulu menebar kebahagiaan,,
kini berubah menebar kesakitan yang mendalam,,
Sakit Hati ini begitu Membuat Hancur hati,,
Sakit Hati ini begitu membuat derita ,,
Sakit Hati ini begitu Menggerogoti Senyum ku,,
KeSakitan Karena CINTA,,
ahhhhhhhhh,,,,,,,,
ingin rasa aku menjerit,,
ya mEnjerit Karena Sakit,, sakit,,
Hari-hari Penuh dengan air mata,,
Air mata yang tiada seorang pun mengerti Derita sakit nya,,
Kapankah Hujan badai ini akan berhenti,,
berhenti menerjang hati yang Lemah,,akan Cinta
Kapan Air mata ini berubah permata,,???
Kapan duka ini menjadi bahagia,,???
kapan tangis ini menjadi tawa,,???
Sungguh aku tak tau kapan Semua itu akan berubah,,
Hingga kini aku berada dalam belenggu derita,,
yang penuh air mata ,,

Minggu, 20 Januari 2013

Antara Hati dan Fikiran

assalamu'alaikum

saya ingin membagi sedikit ilmu yang saya miliki
disaat ada pilihan pastilah hati kita dan fikiran kita berpendapat
kadang mreka saling mendukung kadang pula mreka suka bertengkar karena pendapat mereka berbeda , kita sering dipusingkan harus menuruti hati atau logika otak kita ,,
dengan ini aqu memiliki solusi agar mereka bisa singkron
1. berfikirlah positif terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan
2. usahakan hati anda tenang dan fikiran damai
3. tetap keputusn anda yg terbaik hehehehe

semoga bermanfaat

Sabtu, 08 Desember 2012

KEGALAUAN HATI

Manusia pazty semua pernah merasakan saikt hati, sedih atau bahasa gaulnya galau,
tapi apa sih itu galau dihati kita?? perasaan kita bila diungkapkan lewat kata2 galau ialah beban fikiran yang bercampur oleh emosi dan patah hati dan dicampur kesedihan dan kesepian jadinya es galau .
Maka dari itu ketika kita merasa galau bagaimana tindakan kita yg harus kita kerjakan apakah dengan cara negatif yg contohnya minum alkohol, rokok , judi, bisa juga narkoba atau ganja , bila kita memakai cara tersebut insyaallah kegalauan kalian akan tambah 100% karena teringat akan dosa .

Tapi bila memakai yg positif
misalnya tadarus , wiridan , dzikir , sholat mungkin kegalauan kita akan hilang insyaallah allah meridoi dan membuat hati kita bahagia , .

pesan saya ! jangan lah engkau bertindak yang negatif karena negatif akan menjerumuskan kalian keliang api neraka

Minggu, 11 November 2012

KEBAHAGIAAN AKAN DATANG BILA KITA PANDAI BERSYUKUR

Hampir dari 80% manusia mengira bila diri mereka kaya materi mereka akan bahagia tapi kenyataannya bila mereka sudah kaya mereka lupa dengan sang pemberi kekayaan itu , sahabat nabi yang bernama abdurrahman r.a yang diberi kekayaan yang kekayaan tersebut tidak dapat dihitung , beliau berkata bila aku membuka batu maka disanalah aku menemukan emas , disuatu saat beliau ingin sekali rugi beliau membeli kurma yang jelek2 untuk dijual agar tidak ada yang membeli tetapi kurma2 tersebut habis dibeli pelanggan , belia bertanya kepada pembeli mengapa kalian semua membeli kurma ku yang jelek ini , pembeli menjawaw wahai abdurrahman sesungguhnya kurma2 yang bagus telah terkena racun . ,.
yang merasa hidupnya kekurangan janganlah sekali kali menyebut allah itu tidak adil , kita diberi mata untuk melihat itu sudah kekayaan yang luar biasa apakah kalian bisa membeli harga mata , coba lihat berapa banyak orang kaya yang buta mereka tidak buta pandangan tapi buta hati ada pengemis diusir masih kurang dengan apa yang mereka dapat mereka korupsi , sesungguhnya kebahagian itu akan datang bila kita pandai bersyukur , kita bisa menghirup udara yang sangat gratis ini itu sudah nikamt dan kbahagiaan yang luar biasa , lihat orang yang diberi oksigen di rumah sakit pertabung satu juta apakah mereka gratis , tidak bukan?
marilah kita pandai-pandai bersyukur karena allah sangat menyukai manusia yang pandai bersyukur dan tidak banyak mengeluh .

Jumat, 28 September 2012

I'M NOT TERORIS

ISLAM BUKAN TERORIS TAPI ISLAM IALAH AGAMA YANG MENGAJARKAN KASIH SAYANG,
ISLAM SEMPURNA SEMPURNA SEMPURNA

Kamis, 27 September 2012

Sifat - sifat Rosululloh SAW

Fizikal Nabi Telah dikeluarkan oleh Ya'kub bin Sufyan Al-Faswi dari Al-Hasan bin Ali ra. katanya: Pernah aku menanyai pamanku (dari sebelah ibu) Hind bin Abu Halah, dan aku tahu baginda memang sangat pandai mensifatkan perilaku Rasulullah SAW, padahal aku ingin sekali untuk disifatkan kepadaku sesuatu dari sifat beliau yang dapat aku mencontohinya, maka dia berkata: Adalah Rasulullah SAW itu seorang yang agung yang senantiasa diagungkan, wajahnya berseri-seri layak bulan di malam purnamanya, tingginya cukup tidak terialu ketara, juga tidak terlalu pendek, dadanya bidang, rambutnya selalu rapi antara lurus dan bergelombang, dan memanjang hingga ke tepi telinganya, lebat, warnanya hitam, dahinya luas, alisnya lentik halus terpisah di antara keduanya, yang bila baginda marah kelihatannya seperti bercantum, hidungnya mancung, kelihatan memancar cahaya ke atasnya, janggutnya lebat, kedua belah matanya hitam, kedua pipinya lembut dan halus, mulutnya tebal, giginya putih bersih dan jarang-jarang, di dadanya tumbuh bulu-bulu yang halus, tengkuknya memanjang, berbentuk sederhana, berbadan besar lagi tegap, rata antara perutnya dan dadanya, luas dadanya, lebar antara kedua bahunya, tulang belakangnya besar, kulitnya bersih, antara dadanya dan pusatnya dipenuhi oleh bulu-bulu yang halus, pada kedua teteknya dan perutnya bersih dari bulu, sedang pada kedua lengannya dan bahunya dan di atas dadanya berbulu pula, lengannya panjang, telapak tangannya lebar, halus tulangnya, jari telapak kedua tangan dan kakinya tebal berisi daging, panjang ujung jarinya, rongga telapak kakinya tidak menyentuh tanah apabila baginda berjalan, dan telapak kakinya lembut serta licin tidak ada lipatan, tinggi seolah-olah air sedang memancar daripadanya, bila diangkat kakinya diangkatnya dengan lembut (tidak seperti jalannya orang menyombongkan diri), melangkah satu-satu dan perlahan-lahan, langkahnya panjang-panjang seperti orang yang melangkah atas jurang, bila menoleh dengan semua badannya, pandangannya sering ke bumi, kelihatan baginda lebih banyak melihat ke arah bumi daripada melihat ke atas langit, jarang baginda memerhatikan sesuatu dengan terlalu lama, selalu berjalan beriringan dengan sahabat-sahabatnya, selalu memulakan salam kepada siapa yang ditemuinya. Kebiasaan Nabi Kataku pula: Sifatkanlah kepadaku mengenai kebiasaannya!Jawab pamanku: Adalah Rasulullah SAW itu kelihatannya seperti orang yang selalu bersedih, senantiasa banyak berfikir, tidak pernah beristirshat panjang, tidak berbicara bila tidak ada keperluan, banyak diamnya, memulakan bicara dan menghabiskannya dengan sepenuh mulutnva, kata-katanya penuh mutiara mauti manikam, satu-satu kalimatnya, tidak berlebih-lebihan atau berkurang-kurangan, lemah lembut tidak terlalu kasar atau menghina diri, senantiasa membesarkan nikmat walaupun kecil, tidak pernah mencela nikmat apa pun atau terlalu memujinya, tiada seorang dapat meredakan marahnya, apabila sesuatu dari kebenaran dihinakan sehingga dia dapat membelanya. Dalam riwayat lain, dikatakan bahwa baginda menjadi marah kerana sesuatu urusan dunia atau apa-apa yang bertalian dengannya, tetapi apabila baginda melihat kebenaran itu dihinakan, tiada seorang yang dapat melebihi marahnya, sehingga baginda dapat membela kerananya. Baginda tidak pernah marah untuk dirinya, atau membela sesuatu untuk kepentingan dirinya, bila mengisyarat diisyaratkan dengan semua telapak tangannya, dan bila baginda merasa takjub dibalikkan telapak tangannya, dan bila berbicara dikumpulkan tangannya dengan menumpukan telapak tangannya yang kanan pada ibu jari tangan kirinya, dan bila baginda marah baginda terus berpaling dari arah yang menyebabkan ia marah, dan bila baginda gembira dipejamkan matanya, kebanyakan ketawanya ialah dengan tersenyum, dan bila baginda ketawa, baginda ketawa seperti embun yang dingin. Berkata Al-Hasan lagi: Semua sifat-sifat ini aku simpan dalam diriku lama juga. Kemudian aku berbicara mengenainya kepada Al-Husain bin Ali, dan aku dapati ianya sudah terlebih dahulu menanyakan pamanku tentang apa yang aku tanyakan itu. Dan dia juga telah menanyakan ayahku (Ali bin Abu Thalib ra.) tentang cara keluar baginda dan masuk baginda, tentang cara duduknya, malah tentang segala sesuatu mengenai Rasulullah SAW itu. Rumah Nabi Berkata Al-Hasan ra. lagi: Aku juga pernah menanyakan ayahku tentang masuknya Rasulullah SAW lalu dia menjawab: Masuknya ke dalam rumahnya bila sudah diizinkan khusus baginya, dan apabila baginda berada di dalam rumahnya dibagikan masanya tiga bagian. Satu bagian khusus untuk Allah ta'ala, satu bagian untuk isteri-isterinya, dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Kemudian dijadikan bagian untuk dirinya itu terpenuh dengan urusan di antaranya dengan manusia, dihabiskan waktunya itu untuk melayani semua orang yang awam maupun yang khusus, tiada seorang pun dibedakan dari yang lain. Di antara tabiatnya ketika melayani ummat, baginda selalu memberikan perhatiannya kepada orang-orang yang terutama untuk dididiknya, dilayani mereka menurut kelebihan diri masing-masing dalam agama. Ada yang keperluannya satu ada yang dua, dan ada yang lebih dari itu, maka baginda akan duduk dengan mereka dan melayani semua urusan mereka yang berkaitan dengan diri mereka sendiri dan kepentingan ummat secara umum, coba menunjuki mereka apa yang perlu dan memberitahu mereka apa yang patut dilakukan untuk kepentingan semua orang dengan mengingatkan pula: "Hendaklah siapa yang hadir menyampaikan kepada siapa yang tidak hadir. Jangan lupa menyampaikan kepadaku keperluan orang yang tidak dapat menyampaikannya sendiri, sebab sesiapa yang menyampaikan keperluan orang yang tidak dapat menyampaikan keperluannya sendiri kepada seorang penguasa, niscaya Allah SWT akan menetapkan kedua tumitnya di hari kiamat", tiada disebutkan di situ hanya hal-hal yang seumpama itu saja. Baginda tidak menerima dari bicara yang lain kecuali sesuatu untuk maslahat ummatnya. Mereka datang kepadanya sebagai orang-orang yang berziarah, namun mereka tiada meninggalkan tempat melainkan dengan berisi. Dalam riwayat lain mereka tiada berpisah melainkan sesudah mengumpul banyak faedah, dan mereka keluar dari majelisnya sebagai orang yang ahli dalam hal-ihwal agamanya. Luaran Nabi Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Kemudian saya bertanya tentang keadaannya di luar, dan apa yang dibuatnya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW ketika di luar, senantiasa mengunci lidahnya, kecuali jika memang ada kepentingan untuk ummatnya. Baginda selalu beramah-tamah kepada mereka, dan tidak kasar dalam bicaranya. Baginda senantiasa memuliakan ketua setiap suku dan kaum dan meletakkan masing-masing di tempatnya yang layak. Kadang-kadang baginda mengingatkan orang ramai, tetapi baginda senantiasa menjaga hati mereka agar tidak dinampakkan pada mereka selain mukanya yang manis dan akhlaknya yang mulia. Baginda selalu menanyakan sahabat-sahabatnya bila mereka tidak datang, dan selalu bertanyakan berita orang ramai dan apa yang ditanggunginya. Mana yang baik dipuji dan dianjurkan, dan mana yang buruk dicela dan dicegahkan. Baginda senantiasa bersikap pertengahan dalam segala perkara, tidak banyak membantah, tidak pernah lalai supaya mereka juga tidak suka lalai atau menyeleweng, semua perkaranya baik dan terjaga, tidak pernah meremehkan atau menyeleweng dari kebenaran, orang-orang yang senantiasa mendampinginya ialah orang-orang paling baik kelakuannya, yang dipandang utama di sampingnya, yang paling banyak dapat memberi nasihat, yang paling tinggi kedudukannya, yang paling bersedia untuk berkorban dan membantu dalam apa keadaan sekalipun. Majlis Nabi Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya lalu bertanya pula tentang majelis Nabi SAW dan bagaimana caranya ? Jawabnya: Bahwa Rasulullah SAW tidak duduk dalam sesuatu majelis, atau bangun daripadanya, melainkan baginda berzikir kepada Allah SWT baginda tidak pernah memilih tempat yang tertentu, dan melarang orang meminta ditempatkan di suatu tempat yang tertentu. Apabila baginda sampai kepada sesuatu tempat, di situlah baginda duduk sehingga selesai majelis itu dan baginda menyuruh membuat seperti itu. Bila berhadapan dengan orang ramai diberikan pandangannya kepada semua orang dengan sama rata, sehingga orang-orang yang berada di majelisnya itu merasa tiada seorang pun yang diberikan penghormatan lebih darinya. Bila ada orang yang datang kepadanya kerana sesuatu keperluan, atau sesuatu masliahat, baginda terus melayaninya dengan penuh kesabaran hinggalah orang itu bangun dan kembali. Baginda tidak pernah menghampakan orang yang meminta daripadanya sesuatu keperluan, jika ada diberikan kepadanya, dan jika tidak ada dijawabnya dengan kata-kata yang tidak mengecewakan hatinya. Budipekertinya sangat baik, dan perilakunya sungguh bijak. Baginda dianggap semua orang seperti ayah, dan mereka dipandang di sisinya semuanya sama dalam hal kebenaran, tidak berat sebelah. Majelisnya semuanya ramah-tamah, segan-silu, sabar menunggu, amanah, tidak pemah terdengar suara yang tinggi, tidak dibuat padanya segala yang dilarangi, tidak disebut yang jijik dan buruk, semua orang sama kecuali dengan kelebihan taqwa, semuanya merendah diri, yang tua dihormati yang muda, dan yang muda dirahmati yang tua, yang perlu selalu diutamakan, yang asing selalu didahulukan. Berkata Al-Hasan ra. lagi: Saya pun lalu menanyakan tentang kelakuan Rasulullah SAW pada orang-orang yang selalu duduk-duduk bersama-sama dengannya? Jawabnya: Adalah Rasulullah SAW selalu periang orangnya, pekertinya mudah dilayan, seialu berlemah-lembut, tidak keras atau bengis, tidak kasar atau suka berteriak-teriak, kata-katanya tidak kotor, tidak banyak bergurau atau beromong kosong segera melupakan apa yang tiada disukainya, tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepadanya, tidak suka menjadikan orang berputus asa. Sangat jelas dalam perilakunya tiga perkara yang berikut. Baginda tidak suka mencela orang dan memburukkannya. Baginda tidak suka mencari-cari keaiban orang dan tidak berbicara mengenai seseorang kecuali yang mendatangkan faedah dan menghasilkan pahala. Apabila baginda berbicara, semua orang yang berada dalam majelisnya memperhatikannya dengan tekun seolah-olah burung sedang tertengger di atas kepala mereka. Bila baginda berhenti berbicara, mereka baru mula berbicara, dan bila dia berbicara pula, semua mereka berdiam seribu basa. Mereka tidak pernah bertengkar di hadapannya. Baginda tertawa bila dilihatnya mereka tertawa, dan baginda merasa takjub bila mereka merasa takjub. Baginda selalu bersabar bila didatangi orang badwi yang seringkali bersifat kasar dan suka mendesak ketika meminta sesuatu daripadanya tanpa mahu mengalah atau menunggu, sehingga terkadang para sahabatnya merasa jengkel dan kurang senang, tetapi baginda tetap menyabarkan mereka dengan berkata: "Jika kamu dapati seseorang yang perlu datang, hendaklah kamu menolongnya dan jangan menghardiknya!". Baginda juga tidak mengharapkan pujian daripada siapa yang ditolongnya, dan kalau mereka mau memujinya pun, baginda tidak menggalakkan untuk berbuat begitu. Baginda tidak pernah memotong bicara sesiapa pun sehingga orang itu habis berbicara, lalu barulah baginda berbicara, atau baginda menjauh dari tempat itu. Diamnya Nabi Berkata Al-Hasan r.a. lagi: Saya pun menanyakan pula tentang diamnya, bagaimana pula keadaannya? Jawabnya: Diam Rasulullah SAW bergantung kepada mempertimbangkan empat hal, yaitu: Kerana adab sopan santun, kerana berhati-hati, kerana mempertimbangkan sesuatu di antara manusia, dan kerana bertafakkur. Adapun sebab pertimbangannya ialah kerana persamaannya dalam pandangan dan pendengaran di antara manusia. Adapun tentang tafakkurnya ialah pada apa yang kekal dan yang binasa. Dan terkumpul pula dalam peribadinya sifat-sifat kesantunan dan kesabaran. Tidak ada sesuatu yang boleh menyebabkan dia menjadi marah, ataupun menjadikannya membenci. Dan terkumpul dalam peribadinya sifat berhati-hati dalam empat perkara, iaitu: Suka membuat yang baik-baik dan melaksanakannya untuk kepentingan ummat dalam hal-ehwal mereka yang berkaitan dengan dunia mahupun akhirat, agar dapat dicontohi oleh yang lain. Baginda meninggalkan yang buruk, agar dijauhi dan tidak dibuat oleh yang lain. Bersungguh-sungguh mencari jalan yang baik untuk maslahat ummatnya, dan melakukan apa yang dapat mendatangkan manfaat buat ummatnya, baik buat dunia ataupun buat akhirat. (Nukilan Thabarani - Majma'uz-Zawa'id 8:275

Maher Zein - Insya Allah